Sriwijayapost.com, 17 Januari 2026 – Puing pesawat di Bulusaraung menjadi sorotan utama hari ini setelah tim SAR gabungan menemukan benda mencurigakan di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Maros, Sulawesi Selatan.
Namun, hingga malam ini, tim SAR belum bisa memastikan apakah puing tersebut berasal dari pesawat ATR 42-500 PK-THT yang hilang kontak rute Yogyakarta-Makassar. Oleh karena itu, operasi pencarian masih berlangsung intensif dengan harapan besar menemukan petunjuk lebih jelas besok pagi.

Baca Juga
Makna Lagu Someone to Stay – Vancouver Sleep Clinic: Arti Lirik dan Kisah Emosional
Kronologi Temuan Puing di Bulusaraung
Pertama-tama, tim SAR Basarnas Makassar menerima laporan warga sekitar pukul 16.30 WITA tentang adanya benda logam berwarna putih tergeletak di lereng bukit dekat Leang-Leang. Selanjutnya, tim darat langsung bergerak ke lokasi menggunakan drone thermal dan rescue car. Akibatnya, mereka berhasil mengidentifikasi beberapa fragmen logam besar dengan cat putih mirip badan pesawat. Namun, karena medan sangat terjal dan malam sudah turun, evakuasi puing tertunda hingga Sabtu pagi.
Selain itu, tim SAR juga menemukan jejak terbakar di sekitar area, tapi belum ada konfirmasi apakah itu terkait kecelakaan atau faktor lain. Oleh karena itu, Kepala Basarnas Makassar menyatakan: “Kami belum bisa pastikan ini puing pesawat target. Perlu verifikasi lebih lanjut dengan nomor seri dan bagian pesawat.” Dengan demikian, fase pencarian tetap dalam status DETRESFA (Determined Phase) hingga bukti kuat ditemukan.
Baca Juga
Nasib Guru Dikeroyok Siswa di Jambi: Belasan Murid Disanksi
Upaya SAR Saat Ini dan Tantangan Medan
Tim SAR gabungan melibatkan Basarnas, TNI AU, Polri, KKP, dan relawan lokal. Selanjutnya, helikopter Super Puma TNI AU akan dikerahkan pagi ini untuk pemantauan udara. Namun, tantangan utama adalah medan pegunungan karst Bulusaraung yang berbukit curam, berhutan lebat, dan minim akses jalan. Oleh karena itu, tim harus berhati-hati agar tidak menambah korban.
Untuk informasi keluarga, Posko Crisis Center di Bandara Sultan Hasanuddin tetap buka 24 jam. Selain itu, Kemenhub dan KKP terus memantau perkembangan. Akhirnya, masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi hoaks dan menunggu konfirmasi resmi dari Basarnas.
Semua pihak berdoa agar puing pesawat di Bulusaraung ini membawa petunjuk positif. Tim SAR akan melanjutkan pencarian sejak subuh besok. Pantau terus update resmi untuk berita terbaru!
Baca Juga: Polda Sumbar Razia Tambang Emas Ilegal, 7 Pelaku Ditangkap 5 Alat Berat Disita











