Nasional

Sahroni Dicopot dari Komisi III Usai Viral Respons Kritik Bubarkan DPR

10
×

Sahroni Dicopot dari Komisi III Usai Viral Respons Kritik Bubarkan DPR

Share this article
Sahroni Dicopot dari Komisi III Usai Viral Respons Kritik Bubarkan DPR
Sahroni Dicopot dari Komisi III Usai Viral Respons Kritik Bubarkan DPR

Sriwijayapost.com. Jakarta, 29 Agustus 2025 – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, resmi dicopot dari keanggotaan Komisi III DPR. Keputusan ini diumumkan oleh pimpinan DPR setelah respons kontroversial Sahroni terhadap kritik bubarkan DPR menjadi viral di media sosial.

Insiden ini memicu perdebatan panas di kalangan netizen dan elite politik, menyoroti dinamika internal DPR di tengah isu reformasi parlemen.

Sahroni Dicopot dari Komisi III Usai Viral Respons Kritik Bubarkan DPR
Sahroni Dicopot dari Komisi III Usai Viral Respons Kritik Bubarkan DPR
Baca Juga

MK Putuskan Menteri dan Wakil Menteri Dilarang Rangkap Jabatan!

Sebelumnya, Sahroni menjadi sorotan setelah memberikan tanggapan pedas terhadap seorang netizen yang mengusulkan pembubaran DPR. Dalam video yang beredar luas di platform X (Twitter) dan TikTok, Sahroni disebut-sebut merespons dengan nada mengejek, “Bubarkan DPR? Kamu mau bubarkan apa? Kamu yang bubar aja sana!” Respons tersebut dianggap tidak pantas oleh banyak pihak, termasuk aktivis dan masyarakat yang sedang mengkritik kinerja DPR terkait isu kenaikan gaji anggota dan demonstrasi terkini.

Fraksi NasDem, yang diwakili oleh Sahroni, segera melakukan evaluasi internal. Ketua Fraksi NasDem, Jhonny G. Plate, menyatakan bahwa partai berkomitmen menjaga etika anggota DPR. “Kami menghargai kritik masyarakat dan akan mengambil langkah tegas untuk menjaga citra lembaga,” ujarnya.

Baca Juga

Suasana Demo di DPR Tiba-Tiba Mencekam: Massa Bentrok dengan Polisi

Pengumuman pemecatan dilakukan oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad pada sidang paripurna Kamis (28/8/2025). Sahroni dicopot dari Komisi III yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan, dan dipindahkan ke komisi lain yang belum diumumkan. Sahroni sendiri belum memberikan keterangan resmi, namun sumber dekatnya menyebut ia menyesali pernyataannya.

Para pakar politik menilai kasus ini sebagai pelajaran bagi anggota DPR untuk lebih bijak dalam berkomunikasi di era digital. LSM seperti ICW mendesak DPR untuk mereformasi mekanisme pengawasan etika. Sementara itu, Sahroni diharapkan tetap berkontribusi di parlemen meski dengan posisi baru.

Baca Juga : Sumsel United Fokus Latihan Taktik Jelang Laga Perdana Championship