Ekonomi

Rupiah Bangkit ke Rp16.778, Ditopang Data Ekonomi AS dan Kebijakan BI

×

Rupiah Bangkit ke Rp16.778, Ditopang Data Ekonomi AS dan Kebijakan BI

Share this article
Rupiah Bangkit ke Rp16.778, Ditopang Data Ekonomi AS dan Kebijakan BI
Rupiah Bangkit ke Rp16.778, Ditopang Data Ekonomi AS dan Kebijakan BI

Sriwijayapost.com, 26 Januari 2026 – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat signifikan pada perdagangan Jumat (10 Januari 2026). Rupiah ditutup di level Rp16.778 per dolar AS, menguat 128 poin atau 0,76% dibandingkan penutupan sebelumnya. Penguatan ini menjadi yang terbesar dalam sepekan terakhir.

Faktor Penggerak Utama

Dua pendorong utama penguatan rupiah hari ini:

Rupiah Bangkit ke Rp16.778, Ditopang Data Ekonomi AS dan Kebijakan BI
Rupiah Bangkit ke Rp16.778, Ditopang Data Ekonomi AS dan Kebijakan BI
Baca Juga

Tiba di Indonesia dari 3 Negara, Prabowo Bawa Oleh-oleh Investasi Rp 90 Triliun

  1. Data Ekonomi AS Melemah
    Rilis data Non-Farm Payroll (NFP) AS Desember 2025 hanya menambah 142 ribu lapangan kerja, jauh di bawah ekspektasi 170 ribu. Tingkat pengangguran naik ke 4,2%. Data ini memicu spekulasi The Fed akan memangkas suku bunga lebih agresif di 2026. Akibatnya, dolar AS melemah secara global.
  2. Kebijakan Hawkish BI
    Gubernur BI Perry Warjiyo kembali menegaskan sikap hawkish dalam rapat terbatas dengan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. BI menyatakan siap intervensi pasar valas dan mempertahankan BI-Rate di level yang mendukung inflow modal asing. Pernyataan ini meningkatkan kepercayaan investor terhadap stabilitas rupiah.

Pergerakan Pasar Terkini

Selain rupiah, IHSG ditutup menguat 1,18% ke level 7.842. Sektor perbankan dan tambang menjadi penggerak utama. Yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun turun ke 6,78%, menandakan meningkatnya minat investor asing terhadap surat utang Indonesia.

Baca Juga

Polisi Beberkan Kronologi Kematian Lula Lahfah di Apartemen: Tragedi yang Menggemparkan

Proyeksi ke Depan

Analis valas memproyeksikan rupiah berpotensi menguji level Rp16.600–16.700 dalam 1–2 minggu ke depan jika data ekonomi AS terus menunjukkan pelemahan dan BI tetap konsisten menjaga stabilitas. Namun, volatilitas tetap tinggi menjelang rapat The Fed akhir Januari 2026.

Penguatan rupiah ke Rp16.778 hari ini menunjukkan efektivitas sinergi kebijakan fiskal-moneter serta respons positif pasar terhadap data ekonomi AS yang lemah. Pelaku pasar kini menanti data inflasi AS dan rapat BI minggu depan untuk menentukan arah selanjutnya.

Baca Juga: Lirik Lagu Pecah Seribu – Viral di TikTok 2026, Simak Maknanya!