Sriwijayapost.com, 25 Januari 2026 – Kasus kematian tragis influencer dan model Lula Lahfah di apartemennya di kawasan Jakarta Selatan terus menjadi perhatian publik. Polisi akhirnya menggelar konferensi pers pada Jumat (9 Januari 2026) malam untuk membeberkan kronologi dan temuan awal penyelidikan.
Kematian Lula yang ditemukan di kamar tidur apartemennya pada Kamis pagi (8 Januari 2026) menuai banyak spekulasi di media sosial.

Baca Juga
Truk Nissan Terbakar di Workshop Teluk Bayur Berau: Kerugian Jutaan, Penyebab Masih Diduga
Kronologi Kejadian Menurut Polisi
Berdasarkan keterangan resmi Polda Metro Jaya:
- Lula Lahfah terakhir terlihat hidup melalui video call dengan sahabatnya pada Rabu malam (7 Januari 2026) pukul 22.45 WIB.
- Kamis pagi pukul 08.15 WIB, ART yang datang membersihkan apartemen menemukan pintu kamar terkunci dari dalam dan tidak ada respons.
- Petugas keamanan apartemen membobol pintu dan menemukan Lula sudah tidak bernyawa di atas kasur dengan posisi telentang.
- Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau bekas perlawanan di tubuh korban.
- Di meja samping tempat tidur ditemukan botol obat tidur (merek tertentu) kosong dan segelas air setengah penuh.
- Jasad dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk autopsi. Hasil awal autopsi menunjukkan dugaan kuat overdosis obat tidur (sedative-hypnotic) yang dikonsumsi berlebihan.
Temuan Penting dari Penyelidikan
- Tidak ada tanda-tanda masuknya orang lain ke apartemen (CCTV koridor dan lift normal).
- Handphone korban terkunci dengan sidik jari (belum bisa diakses).
- Ada catatan singkat di meja: “Maaf semua, aku capek” (tulisan tangan Lula, sedang diuji forensik).
- Keluarga korban menyatakan Lula sempat mengeluh depresi berat sejak 3 bulan terakhir.
Baca Juga
Tragedi Longsor di Bandung: 8 Orang Meninggal, 82 Masih Hilang
Status Penyelidikan Saat Ini
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menyatakan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan awal. Polisi belum menetapkan status kematian sebagai bunuh diri, pembunuhan, atau kecelakaan. Tim Inafis dan Labfor masih bekerja untuk menganalisis barang bukti. Hasil autopsi lengkap dan toksikologi dijanjikan rilis paling lambat 14 hari ke depan.
Kematian Lula Lahfah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan penggemar. Polisi terus bekerja untuk mengungkap fakta sebenarnya. Masyarakat diimbau tidak menyebarkan hoaks atau spekulasi yang dapat menyakiti keluarga korban. Turut berduka cita.
Baca Juga: Bupati Pati Sudewo yang Peras Calon Perangkat Desa Jadi Tersangka KPK: Tarif hingga Rp225 Juta!











