Sriwijayapost.com, 24 Januari 2026 – Tragedi longsor besar melanda Kampung Cijambe, Desa Cijambe, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Kamis dini hari (8 Januari 2026) sekitar pukul 02.45 WIB.
Oleh karena itu, longsor yang dipicu hujan deras selama tiga hari berturut-turut ini menimbun puluhan rumah warga dan menewaskan sedikitnya 8 orang. Selain itu, hingga Jumat malam (9 Januari 2026) pukul 20.00 WIB, 82 jiwa masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian intensif.

Baca Juga
Truk Nissan Terbakar di Workshop Teluk Bayur Berau: Kerugian Jutaan, Penyebab Masih Diduga
Kronologi Kejadian Longsor
Menurut keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, longsor terjadi setelah curah hujan ekstrem mencapai 250 mm dalam 72 jam terakhir. Material tanah longsor berasal dari lereng bukit di belakang kampung. Karena itu, longsor menimpa area pemukiman padat penduduk di lereng bawah. Sebanyak 42 rumah rusak berat, 18 rumah hancur total, dan 1 mushola ikut tertimbun.
Data Korban dan Upaya Penyelamatan
Hingga Jumat malam:
- Meninggal dunia: 8 orang (5 dewasa, 3 anak-anak)
- Hilang: 82 jiwa (data sementara, terus bertambah)
- Luka berat: 14 orang (dirawat di RSUD Bandung dan RS Santosa)
- Mengungsi: 312 jiwa
Baca Juga
Anak Shyalimar Malik Mau Jadi seperti Raffi Ahmad: Ambisi Besar Generasi Muda
Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Tagana, relawan, dan warga setempat masih bekerja keras melakukan pencarian. Hingga malam ini, 3 korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat di bawah reruntuhan setelah lebih dari 40 jam terkubur.
Tanggapan Pemerintah dan Bantuan
Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin langsung meninjau lokasi dan menyatakan status tanggap darurat selama 14 hari. Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan belasungkawa dan memerintahkan percepatan evakuasi serta bantuan logistik. Bantuan darurat berupa makanan, selimut, tenda, dan obat-obatan sudah mulai disalurkan.
Tragedi longsor di Cijambe menjadi salah satu bencana alam terbesar di Jawa Barat awal 2026. Karena itu, doa dan dukungan untuk korban serta keluarga yang ditinggalkan sangat diperlukan. Tim SAR masih bekerja keras mencari 82 korban hilang. Semoga segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Baca Juga: Bupati Pati Sudewo yang Peras Calon Perangkat Desa Jadi Tersangka KPK: Tarif hingga Rp225 Juta!











