Sriwijayapost.com, 14 Januari 2026, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara terkait rumor kepemilikan sahamnya di berbagai perusahaan strategis. Dalam wawancara eksklusif dengan media nasional, Luhut mengaku memang memiliki saham di beberapa perusahaan besar RI, namun semuanya dilakukan secara transparan dan sesuai aturan.
Daftar Perusahaan yang Disebut
Luhut mengonfirmasi kepemilikan saham melalui perusahaan keluarga dan yayasan:
- PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) – sekitar 15–18% melalui entitas terkait
- PT Adaro Energy Tbk (ADRO) – kepemilikan minoritas via anak usaha
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) – saham tidak langsung
- PT Pertamina Geothermal Energy – melalui investasi energi terbarukan
- Beberapa startup unicorn (Gojek, Tokopedia) – kepemilikan kecil via venture capital

Baca Juga
Subsidi Motor Listrik Diperpanjang hingga Akhir 2026, Target 1 Juta Unit
Nilai Aset & Transparansi
Luhut menyatakan total nilai aset sahamnya diperkirakan Rp 8–12 triliun (data per Desember 2025). Ia menegaskan semua kepemilikan sudah dilaporkan dalam LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) dan tidak ada konflik kepentingan karena ia tidak lagi terlibat langsung dalam operasional perusahaan tersebut sejak menjabat menteri.
Respons Publik & Kritik
Reaksi masyarakat terbelah. Sebagian mengapresiasi keterbukaan Luhut, namun sebagian besar netizen mempertanyakan potensi konflik kepentingan, terutama di sektor energi dan pertambangan yang sering terkait kebijakan pemerintah. Tagar #LuhutSaham dan #TransparansiLuhut ramai di X/Twitter sepanjang 11–12 Januari 2026.
Baca Juga
Film Baru Terbaik 2025-2026 yang Wajib Ditonton!
Pernyataan Luhut ini menjadi sorotan karena jarang pejabat tinggi membuka-bukaan soal aset bisnis pribadi. Meski demikian, KPK menyatakan akan memeriksa kembali LHKPN Luhut untuk memastikan tidak ada pelanggaran etik. Publik kini menunggu transparansi lebih lanjut dari pejabat lain.











