Nasional

Update Bencana Sumatera: Korban Meninggal Capai 303, 279 Masih Hilang – BNPB Kerahkan SAR 24 Jam!

5
×

Update Bencana Sumatera: Korban Meninggal Capai 303, 279 Masih Hilang – BNPB Kerahkan SAR 24 Jam!

Share this article
Update Bencana Sumatera: Korban Meninggal Capai 303, 279 Masih Hilang – BNPB Kerahkan SAR 24 Jam!
Update Bencana Sumatera: Korban Meninggal Capai 303, 279 Masih Hilang – BNPB Kerahkan SAR 24 Jam!

Sriwijayapost.com, 30 November 2025 – Bencana banjir dan longsor di Sumatera semakin memilukan. Oleh karena itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) laporkan korban meninggal dunia capai 303 jiwa per Minggu (30/11/2025) sore.

Pertama-tama, Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) jadi wilayah terparah. Akibatnya, 279 orang masih hilang, 646 luka-luka, dan 290.100 jiwa mengungsi di 46 kabupaten/kota.

Update Bencana Sumatera: Korban Meninggal Capai 303, 279 Masih Hilang – BNPB Kerahkan SAR 24 Jam!
Update Bencana Sumatera: Korban Meninggal Capai 303, 279 Masih Hilang – BNPB Kerahkan SAR 24 Jam!
Baca Juga

Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Triwulan III-2025: 5,20% Lebih Tinggi dari Nasional!

Selanjutnya, Sumut paling tragis dengan 166 tewas dan 143 hilang. Dengan demikian, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga catat ratusan korban. Sementara itu, Aceh 47 tewas dan 51 hilang, terutama di Lhokseumawe. Karena itu, Sumbar 23 tewas dan 12 hilang di Agam dan Padang. BNPB sebut angka masih bisa bertambah karena akses terisolir.

Kedua, 503 kejadian bencana sejak 24 November. Oleh sebab itu, 166 longsor, 315 banjir, 20 pohon tumbang, dan 2 puting beliung. Selain itu, 3.000 rumah rusak, jembatan putus, listrik padam. Berikutnya, Polda Sumut kerahkan 3.843 personel gabungan TNI-Polri-BPBD evakuasi 24 jam.

Baca Juga

Daftar Harga HP Tecno Terbaru November 2025: Mulai Rp1 Jutaan Spek Dewa!

Di sisi lain, BMKG sebut Siklon Tropis Koto dan Bibit Siklon 95B picu hujan ekstrem. Akibatnya, curah hujan 300 mm/hari luapkan sungai. Sementara itu, Walhi soroti deforestasi Batang Toru perparah longsor. Dengan kata lain, moratorium tambang sawit dituntut.

Selanjutnya, BNPB distribusi logistik darurat. Oleh sebab itu, bantuan presiden alir ke Sumatera. Akibatnya, operasi SAR prioritas cari hilang. Berikutnya, imbauan: Waspada susulan, siapkan tas darurat.

Akhirnya, bencana ini pelajaran alam. Dengan demikian, doa untuk korban husnul khotimah, keluarga tabah. Pantau BNPB untuk update!

Baca Juga: Arsenal di November 2025: Hat-Trick Eze Hancurkan Spurs 4-1!