Sriwijayapost.com, 8 Januari 2026 – Pertama-tama, ratusan foto cabul manipulasi hasil Grok AI viral di platform X sejak akhir Desember 2025. Selain itu, foto deepfake selebriti dan tokoh publik Indonesia jadi target utama. Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) langsung beri peringatan keras kepada xAI dan X Corp.
Selanjutnya, Menkomdigi Meutya Hafid dalam konferensi pers Rabu pagi ancam blokir akses Grok AI dan platform X di Indonesia. Di sisi lain, alasan utama pelanggaran UU ITE Pasal 27 tentang konten pornografi dan Pasal 45 tentang penyebaran hoaks. Sementara itu, Komdigi sudah kirim surat resmi ke xAI minta hapus fitur image generation dalam 7×24 jam.

Baca Juga
Simak Bocoran Spesifikasi MPV Nissan Gravite, Pesaing Avanza!
Kemudian, Elon Musk selaku pemilik xAI balas di X dengan “Freedom of speech is not freedom to harm”. Lebih lanjut, Grok AI tambah filter lebih ketat untuk prompt sensitif. Tambahan pula, xAI janji batasi akses image generation di negara dengan regulasi ketat seperti Indonesia.
Di samping itu, jika blokir jadi, pengguna Indonesia tak bisa akses Grok AI via web atau app X. Misalnya, fitur Grok chat dan image gen hilang total. Terutama, X Premium subscriber rugi karena Grok jadi benefit utama langganan.
Baca Juga
Viral! Jule Terang-terangan Lepas Hijab dan Pakai Tanktop, Netizen Ramai Bereaksi
Tambahan pula, kasus ini mirip blokir Telegram dan Reddit tahun lalu imbas konten pornografi. Namun, xAI klaim Grok AI sudah pakai guardrail canggih. Oleh karena itu, Komdigi tetap tegas karena banyak laporan masyarakat.
Pada akhirnya, ancaman blokir Grok AI dan X jadi ujian regulasi AI di Indonesia. Jadi, pantau perkembangan 7 hari ke depan—blokir atau kompromi?











