Skip to content
logo sriwijaya

Sriwijayapost – Seputar Peristiwa Berita Hari Ini

Primary Menu
  • News
  • Nasional
  • Politik
  • Tekno
  • Oto
  • Sports
  • Hiburan
  • Ekonomi
  • Privacy Policy
  • Home
  • 2025
  • October
  • Cs-137 Cemari Udang Ekspor, Impor Besi Tua Dihentikan!
  • Nasional

Cs-137 Cemari Udang Ekspor, Impor Besi Tua Dihentikan!

admin 15/10/2025 2 minutes read
Cs-137 Cemari Udang Ekspor, Impor Besi Tua Dihentikan!

Cs-137 Cemari Udang Ekspor, Impor Besi Tua Dihentikan!

Sriwijayapost.com, 15 Oktober 2025 – Pemerintah hentikan total impor besi tua setelah kontaminasi Cesium-137 (Cs-137) cemari produk ekspor seperti udang dan cengkeh.

Untuk itu, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) cabut rekomendasi impor scrap metal. Secara spesifik, kasus bermula dari re-ekspor udang ditolak AS. Lebih lanjut, Bapeten selidiki pabrik PMT di Cikande, Banten.

Cs-137 Cemari Udang Ekspor, Impor Besi Tua Dihentikan!
Cs-137 Cemari Udang Ekspor, Impor Besi Tua Dihentikan!
Baca Juga

Tujuh Belas Budaya Sumsel Jadi Warisan Nasional

Dengan demikian, FDA AS tolak udang Indonesia Agustus 2025 karena Cs-137. Sementara itu, zat radioaktif ini temukan di pabrik besi tua PT Peter Metal Technology (PMT). Selain itu, kontaminasi sebar ke 10 titik kawasan industri Cikande. Sebelumnya, Bapeten konfirmasi sumber dari impor besi bekas Filipina. Oleh karena itu, 9 pekerja positif paparan dan dirawat.

Meskipun demikian, KLH hentikan rekomendasi impor scrap baja. Di samping itu, Bapeten pimpin dekontaminasi dan isolasi barang. Terlebih lagi, 700 kg besi pindah ke fasilitas khusus.

Baca Juga

Sumsel Dapat Tambahan Helikopter Patroli Udara untuk Penanganan Karhutla: BNPB Siagakan 2 Unit Baru

Dengan kata lain, kasus rugikan ekspor udang dan cengkeh AS. Sementara itu, Menko Pangan Zulhas sebut impor dari Filipina jadi sumber utama.

Untuk mencegah kejadian berulang, pemerintah kaji besi tua jadi limbah B3. Selain itu, Satgas Cs-137 identifikasi 15 lapak besi tua terkontaminasi. Sebagai tambahan, Bareskrim Polri naikkan status ke penyidikan. Dengan demikian, regulasi impor ketat lindungi industri. Lebih jauh, warga dekat pabrik tuntut sosialisasi dan penanganan kesehatan.

Baca Juga: Pemprov Sumsel Lawan Mafia Tanah: Komisi III DPR Diminta Jangan Mau Dibohongi

About the Author

admin

Administrator

Visit Website View All Posts
Post Views: 163

Post navigation

Previous: Ini soal Gaji & TPP ASN Sumsel 2025, P3K dan PPPK Paruh Waktu Perlu Tahu
Next: Inflasi Lampung September 2025 Capai 1,17% YoY: Bawang Merah dan Cabai Jadi Pendorong Utama

Related Stories

Diduga Terkait Kasus Haji, Khalid Basalamah Kembalikan
  • Nasional
  • Politik
  • Sriwijayapost

Diduga Terkait Kasus Haji, Khalid Basalamah Kembalikan Uang Rp 8,4 Miliar ke KPK

admin 24/04/2026
Tarif Rp1 Transportasi Umum
  • Nasional
  • Sriwijayapost

Pemprov DKI Jakarta Terapkan Tarif Rp1 untuk Transportasi Umum, Rayakan HUT Jakarta

admin 23/04/2026
Empat Pelaku Penganiayaan Berujung Kematian Bripda Natanael
  • Nasional
  • Sriwijayapost

Empat Pelaku Penganiayaan Berujung Kematian Bripda Natanael Dipecat dari Kepolisian

admin 18/04/2026

You may have missed

Diduga Terkait Kasus Haji, Khalid Basalamah Kembalikan
  • Nasional
  • Politik
  • Sriwijayapost

Diduga Terkait Kasus Haji, Khalid Basalamah Kembalikan Uang Rp 8,4 Miliar ke KPK

admin 24/04/2026
Tarif Rp1 Transportasi Umum
  • Nasional
  • Sriwijayapost

Pemprov DKI Jakarta Terapkan Tarif Rp1 untuk Transportasi Umum, Rayakan HUT Jakarta

admin 23/04/2026
Mendagri Instruksikan
  • Ekonomi
  • Oto
  • Sriwijayapost

Mendagri Instruksikan Gubernur Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik, Berlaku Secara Nasional

admin 22/04/2026
Paus Leo XIV Desak AS dan Iran Segera Akhiri Perang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sriwijayapost

Paus Leo XIV Desak AS dan Iran Segera Akhiri Perang: Hentikan Sebelum Terlambat!

admin 21/04/2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.