Skip to content
logo sriwijaya

Sriwijayapost – Seputar Peristiwa Berita Hari Ini

Primary Menu
  • News
  • Nasional
  • Politik
  • Tekno
  • Oto
  • Sports
  • Hiburan
  • Ekonomi
  • Privacy Policy
  • Home
  • 2025
  • July
  • Pentingnya Rekaman CCTV dalam Kasus Penemuan Mayat
  • Nasional

Pentingnya Rekaman CCTV dalam Kasus Penemuan Mayat

admin 18/07/2025 2 minutes read
Pentingnya Rekaman CCTV dalam Kasus Penemuan Mayat

Pentingnya Rekaman CCTV dalam Kasus Penemuan Mayat

Sriwijayapost.com, 18 Juli 2025 – Rekaman Closed-Circuit Television (CCTV) menjadi alat bukti kunci dalam pengungkapan kasus-kasus kriminal, termasuk penemuan mayat, di Indonesia.

Dalam beberapa kasus terbaru, seperti pembunuhan diplomat muda Arya Daru Pangayunan di Menteng, Jakarta Pusat, dan kasus mutilasi di Ngawi, Jawa Timur. Rekaman CCTV telah membantu polisi merekonstruksi peristiwa, mengidentifikasi pelaku, dan mengungkap motif kejahatan.

Pentingnya Rekaman CCTV dalam Kasus Penemuan Mayat
Pentingnya Rekaman CCTV dalam Kasus Penemuan Mayat
Baca Juga

Volume Ekspor Minyak dan Lemak Nabati Provinsi Sumatera Selatan Maret 2025

Menurut Pasal 5 ayat (1) dan (2) Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), rekaman CCTV diakui sebagai alat bukti elektronik yang sah dalam persidangan. Sejajar dengan keterangan saksi, ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP.

CCTV sering menjadi petunjuk utama ketika saksi mata tidak tersedia. Seperti dalam kasus penemuan mayat wanita tanpa kepala di Muara Baru, Jakarta Utara, pada Oktober 2024. Di mana polisi mengandalkan rekaman CCTV untuk melacak pelaku.

Baca Juga

Kemenkum Sumsel Gelar Seleksi Daerah Peacemaker Justice Award 2025

Contoh nyata, dalam kasus mutilasi Uswatun Khasanah di Ngawi, rekaman CCTV Hotel Adi Surya, Kediri, menunjukkan tersangka Rohman Tri Hartanto membawa koper merah berisi jasad korban. Menjadi titik terang penyelidikan. Demikian pula, dalam kasus Arya Daru, CCTV merekam aktivitas korban sebelum kematiannya dan gerak-gerik penjaga kos, meski kejanggalan sudut kamera memicu pertanyaan investigatif.

Namun, tantangan muncul, seperti risiko rekaman terhapus karena kapasitas penyimpanan penuh atau manipulasi data. Untuk memastikan keaslian, rekaman harus diperiksa di Laboratorium Forensik Polri sesuai Peraturan Kapolri No. 10 Tahun 2009. Selain itu, isu privasi sering menjadi perdebatan, karena pengambilan rekaman tanpa izin dapat melanggar UU ITE, kecuali untuk penegakan hukum.

Baca Juga : Huawei Resmi Meluncurkan Huawei MatePad Pro 12.2, Tablet Flagship Setara PC

About the Author

admin

Administrator

Visit Website View All Posts
Post Views: 212

Post navigation

Previous: Volume Ekspor Minyak dan Lemak Nabati Provinsi Sumatera Selatan Maret 2025
Next: Sekjen PSI Buka Suara soal Jokowi Jadi Dewan Pembina

Related Stories

Kata Kata Idul Fitri 2025 Terbaru Penuh Makna
  • Nasional
  • Sriwijayapost

Kata Kata Idul Fitri 2025 Terbaru Penuh Makna

admin 07/03/2026
Prakiraan Cuaca Palembang Hari Ini
  • Nasional
  • Sriwijayapost

Prakiraan Cuaca Palembang Hari Ini

admin 16/02/2026
Tether Gold (XAUt) Jadi Pilihan Baru Investor Indonesia
  • Ekonomi
  • Nasional
  • Sriwijayapost

Tether Gold (XAUt) Jadi Pilihan Baru Investor Indonesia

admin 16/02/2026

You may have missed

Free VPN Proxy Video Terbaik 2026: Streaming Lancar Tanpa Buffering & Blokir!
  • Sriwijayapost
  • Tekno

Free VPN Proxy Video Terbaik 2026: Streaming Lancar Tanpa Buffering & Blokir!

admin 09/03/2026
Arti Mimpi Ular: Tafsir Menurut Islam, Primbon Jawa, dan Psikologi
  • Hiburan
  • Sriwijayapost
  • Tekno

Arti Mimpi Ular: Tafsir Menurut Islam, Primbon Jawa, dan Psikologi yang Perlu Diketahui

admin 08/03/2026
Kata Kata Idul Fitri 2025 Terbaru Penuh Makna
  • Nasional
  • Sriwijayapost

Kata Kata Idul Fitri 2025 Terbaru Penuh Makna

admin 07/03/2026
Prakiraan Cuaca Palembang Hari Ini
  • Nasional
  • Sriwijayapost

Prakiraan Cuaca Palembang Hari Ini

admin 16/02/2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.