Skip to content
logo sriwijaya

Sriwijayapost – Seputar Peristiwa Berita Hari Ini

Primary Menu
  • News
  • Nasional
  • Politik
  • Tekno
  • Oto
  • Sports
  • Hiburan
  • Ekonomi
  • Privacy Policy
  • Home
  • 2025
  • May
  • Peribahasa Palembang, Warisan Kearifan Lokal yang Masih Relevan di Era Modern
  • Hiburan
  • Sriwijayapost

Peribahasa Palembang, Warisan Kearifan Lokal yang Masih Relevan di Era Modern

admin 03/05/2025 2 minutes read
Peribahasa Palembang, Warisan Kearifan Lokal yang Masih Relevan di Era Modern

Peribahasa Palembang, Warisan Kearifan Lokal yang Masih Relevan di Era Modern

Sriwijayapost.com, Palembang, 03 Mei 2025 – Peribahasa merupakan bagian penting dari budaya lisan masyarakat Indonesia, termasuk di Sumatra Selatan. Di Palembang, peribahasa tak hanya menjadi bentuk ekspresi bahasa, tetapi juga cermin nilai-nilai sosial, norma, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Peribahasa Palembang, Warisan Kearifan Lokal yang Masih Relevan di Era Modern
Peribahasa Palembang, Warisan Kearifan Lokal yang Masih Relevan di Era Modern
Baca Juga

Maling Motor Menyamar Jadi Pengamen, Warga Tangkap di Tempat!

Beberapa peribahasa khas Palembang yang masih sering terdengar antara lain:

  • “Dak pacak menari, lantai dituding.”
    Artinya: Jika tidak mampu, jangan menyalahkan keadaan atau orang lain.
  • “Galak nian badan galak, mate nyelo dulu.”
    Artinya: Keinginan yang besar harus disesuaikan dengan kemampuan agar tidak celaka di kemudian hari.
  • “Bak kambing dibubungi tudung.”
    Artinya: Orang yang tidak cocok dengan keadaan tertentu—bisa menjadi simbol ketidaknyamanan atau kepura-puraan.
Baca Juga

Viral! Aksi Duel Siswi SMP di Palembang Hebohkan Netizen

Para budayawan menyebut bahwa peribahasa seperti ini masih bisa menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam mengajarkan nilai-nilai kejujuran, kesabaran, dan introspeksi diri kepada generasi muda.

Menurut Dedi Susanto, seorang penggiat budaya Palembang, peribahasa juga menjadi alat pendidikan karakter. “Anak-anak zaman sekarang perlu dikenalkan kembali pada peribahasa, supaya mereka punya pegangan nilai yang kuat, apalagi saat ini tantangan moral makin kompleks,” ujarnya.

Pemkot Palembang bahkan tengah menggagas program “Satu Peribahasa Sehari” di sekolah dasar untuk memperkenalkan kembali warisan budaya ini kepada pelajar.

About the Author

admin

Administrator

Visit Website View All Posts
Post Views: 292

Post navigation

Previous: Maling Motor Menyamar Jadi Pengamen, Warga Tangkap di Tempat!
Next: POCO X7 Pro 5G Resmi Hadir di Indonesia: Performa Gahar dengan Harga Terjangkau​

Related Stories

Diduga Terkait Kasus Haji, Khalid Basalamah Kembalikan
  • Nasional
  • Politik
  • Sriwijayapost

Diduga Terkait Kasus Haji, Khalid Basalamah Kembalikan Uang Rp 8,4 Miliar ke KPK

admin 24/04/2026
Tarif Rp1 Transportasi Umum
  • Nasional
  • Sriwijayapost

Pemprov DKI Jakarta Terapkan Tarif Rp1 untuk Transportasi Umum, Rayakan HUT Jakarta

admin 23/04/2026
Mendagri Instruksikan
  • Ekonomi
  • Oto
  • Sriwijayapost

Mendagri Instruksikan Gubernur Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik, Berlaku Secara Nasional

admin 22/04/2026

You may have missed

Diduga Terkait Kasus Haji, Khalid Basalamah Kembalikan
  • Nasional
  • Politik
  • Sriwijayapost

Diduga Terkait Kasus Haji, Khalid Basalamah Kembalikan Uang Rp 8,4 Miliar ke KPK

admin 24/04/2026
Tarif Rp1 Transportasi Umum
  • Nasional
  • Sriwijayapost

Pemprov DKI Jakarta Terapkan Tarif Rp1 untuk Transportasi Umum, Rayakan HUT Jakarta

admin 23/04/2026
Mendagri Instruksikan
  • Ekonomi
  • Oto
  • Sriwijayapost

Mendagri Instruksikan Gubernur Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik, Berlaku Secara Nasional

admin 22/04/2026
Paus Leo XIV Desak AS dan Iran Segera Akhiri Perang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sriwijayapost

Paus Leo XIV Desak AS dan Iran Segera Akhiri Perang: Hentikan Sebelum Terlambat!

admin 21/04/2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.