Rawan Banjir, Sungai Kelekar Muara Dua Dinormalisasi

  • Whatsapp

SRIWIJAYAPOST.COM, PRABUMULIH – Banyaknya debit air dari Sungai Kelekar Muara Dua paska hujan lebat secara terus menerus, mengakibatkan air dari sungai tersebut pernah meluap.

Hal itu menimbulkan banjir, yang akhirnya menggenangi perkampungan dan perumahan warga dipinggiran sungai, tepatnya yang berada di RW 10 Kelurahan Muara Dua Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih.

Pada sebelumnya, kejadian banjir yang sempat menimpa warga RW 10 Jalan Kelekar di Muara Dua pada Maret 2021 lalu, sontak membuat puluhan rumah warga terkena musibah itu.

Akhirnya, upaya Pemerintah Kota Prabumulih guna mengantisipasi musibah yang serupa terjadi kembali, yaitu dengan melakukan pengerukan atau normalisasi sungai kelekar.

Diketahui, Proyek Normalisasi Sungai Kelekar yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah mulai dikerjakan hampir 2 bulan oleh pihak kontraktor, PT. Unggul Sokaja dan selaku Konsultan Pengawasan CV. Wahyu Jaya Persada.

Konsultan Virnandus Ms, ST yang berada dilokasi proyek menjelaskan saat diwawancarai Mattanews.co, Rabu (8/9/2021).

“Ini proyek APBN Kementerian PUPR, yaitu pengendalian banjir sungai kelekar kota Prabumulih,” sebutnya

Lanjutnya, wilayah pengerjaan berada di Kelurahan Muara Dua dan berbatasan dengan Kelurahan Tugu Kecil.

“Tepatnya di RW 10 dengan panjang 500 meter. Proyek ini harus rampung pada bulan November nanti, selain pengerukan ada juga pemasangan batu (Bronjong) sepanjang 200 meter nantinya,” terang Virnandus.

Sementara Ketua RW 10 Basarudin, mengaku senang atas dilaksanakan normalisasi sungai diwilayahnya.

“Alhamdulillah pengerukan sungai akhirnya dikerjakan. Disekitar  pemukiman kami rawan banjir bahkan sempat ada rumah warga yang hampir amblas ke sungai,” imbuhnya

Terakhir Pak RW mengungkapkan  “Mudah mudahan usai normalisasi, air sungainya lancar dan tidak bakal meluap. Juga ada Bronjong yang dipasang, tentu akan lebih menguatkan dinding sungai dari hantaman air,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *